Surabaya, 22 Juni 2014
Kepada: Sayang
Hai sayang.
Selamat berbahagia
dengan bidadari surgamu yang telah kau lingkarkan janji sucimu didepan kedua orang tuanya.
Mungkin aku harus membuang percakapan kita dengan bukan pekan lalu. Mungkin juga aku harus membakar lukisan tawa kita ketika kita menari di malam hari. Mungkin juga harus ku sisakan air mata untuk malam bahagiamu kelak, bila benar-benar telah menjadi satu, namamu dan namanya...
Mungkin aku harus membuang percakapan kita dengan bukan pekan lalu. Mungkin juga aku harus membakar lukisan tawa kita ketika kita menari di malam hari. Mungkin juga harus ku sisakan air mata untuk malam bahagiamu kelak, bila benar-benar telah menjadi satu, namamu dan namanya...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar