Gresik, 16 November 2014
Kepada:
Sayang
Hai
sayang,
apa
kabar? Ku rasa baik.
Maaf
sayang, beribu maaf ku sampaikan padamu melaui awan menghitam yang tak pernah
menurunkan hujan. Hanya beribu maaf yang mampu ku sampaikan saat merindumu,
bukan kehendakku untuk memunculkannya.
Ya, aku
merindukanmu sayang. Merindukan saat hatiku berdesir kala kau sapa
"Dek". Merindukan saat senyuman termanis dengan tidak sopannya muncul
kala kita bertatap muka. Saat kita sedang bercengkrama, duduk berdua di antara
lalu lalang mahasiswa yang naik dan turun tangga. Saat kawan-kawanmu memasang
wajah terkejut ketika melihat kita berdua. Saat kau memesan makanan pedas
kesukaanku meskipun kau tak menyukainya. Semua itu, aku merindukannya.
Hanya saja, sayang,
rindu ini akan tetap menjadi rindu yang menuntutku menjadi ratu penyabar.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar