12 November 2014

Gresik, 12 November 2014

Kepada: Sayang

Hai sayang.
Ingatkan kamu dengan hari ini?
Dulu pernah aku bercerita, seorang sahabat yang indah, meninggalkan aku dengan tidak indah. Seorang sahabat yang tak pernah kusadari keberadaannya hingga aku pun tak punya cukup waktu untuk membuat memory. Seorang sahabat yang berpura-pura kuat. Seorang sahabat yang berusaha tetap tersenyum dibalik penyakit ganas yang dirahasiakannya. Seorang sahabat bernama Nico Alan Amalan, yang meninggalkan dunia tepat dihari Jumat, 12 November 2010.
Sudah 4 tahun kepergiannya, namun aku masih sangat mengingat saat kebodohan-kebodohanku menjadi raja dan menghancurkan kepintaran yang hanya setitik ku miliki. Kebodohan untuk menjadi sangat jahat kepadanya sebelum kepergiannya. Kebodohan untuk diam saja saat hanya aku yang tau tentang penyakitnya. Kebodohan untuk menerima signal kematiannya.

Aku masih mengingat sayang, saat aku menangis malam hari sebelum kematiannya. Saat aku mendahului kehendak-Nya. Saat aku terjaga menggigil ketakutan merasakan kepergiannya yang belum terjadi. Saat aku melihat gambaran hitam yang membawanya pergi, tepat di malam sebelum kematiannya. Saat keinginan untuk menemuinya menjadi teramat besar. Saat melihat ia pergi dengan senyuman menuju cahaya yang sangat terang, dalam mimpi. Semua itu masih ku ingat sayang. Bahkan perkataanya yang menginginkan aku tetap menjaga dan bersikap baik pada sahabatnya, Luth Eka Yuana, semua itu masih ku ingat dengan jelas.

Aku tau sayang, kehidupan dan kematian itu kehendak Tuhan. Aku pun tau semua itu untuk pelajaran bagi manusia, seperti yang kau katakan. Aku tau....

Tidak ada komentar:

Posting Komentar