18 Juli 2014
Kepada: Sayang
Hai sayang, apa
kabar?
Sayang, malam ini
aku sedang memeluk kerinduan, kerinduan terhadapmu. Dan aku tengah berbincang
dengan Tuhan mengenai ini.
Sayang, entah apa
yang sedang terjadi pada hatiku. Dengan tidak sopannya ia merengek, memanggil
namamu, ingin mendekapmu dalam untaian doa-doa. Tapi tubuhku membeku, pikirku
melayang, sel-sel tubuhku berkarat. Aku tak tahu harus kepada siapa aku
menceritakan kesesakan tiada tara ini selain pada Tuhan, dan kamu.
Kini sayang, hanya
beberapa bulir air surga yang menemaniku dalam diam. Seperti hari-hari lalu
ketika rindu mendekap.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar