3 Juli 2014

Gresik, 3 Juli 2014
Kepada: Sayang

Hai sayang.
Ku pandangi lagi langit malam ini. Ku susuri kembali jejak langkah yang seharusnya sudah ku pendam dalam diam. 
Mungkin bukan pilihan yang tepat untuk mencampurkan kerinduanku padamu dengan keindahan yang ingin dihadirkan sosok malaikat didepanku kini. Mungkin harus ku kumpulkan gumpalan kata maaf untuk dia, untukmu, juga untuk bidadari surga yang setia menemanimu itu. Apa aku harus benar-benar menutup kisah kita, sayang?
Ah, pada akhirnya nanti sekujur tubuhku tetap membisu untuk sekedar bergeser sejengkal.

Hai sayang.
Bukit berbunga yang pernah kita impikan dulu, kini telah berganti menjadi lapangan luas yang dikelilingi gedung pencakar langit. Dan aku terdiam. Haruskah aku bersedih? Atau bersuka ria?

Kemudian aku tersadar bahwa disetiap kisah yang tertulis, akan ada sejuta garis yang berbeda. Keindahan atau bencana hanyalah sebuah pandangan semata.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar